Featured

Minggu, 08 Maret 2015

Jurnal Penutup itu Seperti Ini

Pengertian Jurnal Penutup | Closing Entries 


Jurnal Penutup merupakan bagian dari siklus akuntansi, didalam Siklus Akuntansi , setelah ayat jurnal penyesuaian selesai diposting kedalam buku besar, maka data-data yang ada pada akun buku besar akan sesuai dengan data-data yang dilaporkan didalam laporan keuangan. saldo rekening akun yang tercantum dalam neraca akan terus diakumulasi dari periode ke periode sehingga akun tersebut bersifat relatif permanen, dan kemudian disebut dengan akun riil (real account,). 

Sedangkan saldo rekening akun pada laporan laba rugi dan akun penarikan oleh pemilik dilaporkan pada laporan perubahan modal, tidak diakumulasi dari periode ke periode akuntansi karena rekening akun ini hanya melaporkan jumlah nominal pada satu periode saja, didalam akuntansi akun ini dikategorikan sebagai "akun sementara" atau disebut juga akun "nominal". Karena akun nominal ini hanya menunjukkan jumlah nominal pada satu periode akuntansi saja, maka rekening akun jenis ini harus memiliki saldo 0 (nol) diawal periode akuntansi. Supaya akun ini bisa menjadi NOL (0), maka perlu dibuatkan JURNAL PENUTUP

Jurnal Penutup
Jurnal Penutup

Jurnal Penutup (Closing Entries) adalah jurnal akuntansi harus dibuat untuk menjadikan rekening akun akun sementara (temporer) menjadi bersaldo NOL (0) pada akhir periode akuntansi. atau dalam bahasa yang lebih sederhana, Jurnal Penutup merupakan ayat jurnal yang perlu dibuat pada akhir periode untuk menutup rekening akun nominal (sementara)

Yang termasuk rekening akun nominal atau akun temporer adalah rekening akun yang ada pada laporan laba rugi pada periode berjalan serta akun penarikan modal oleh pemilik (prive). akun yang ada pada laporan laba rugi akan ditutup dengan akun ikhtisar laba rugi dan karena prive akan mengurangi modal, maka akun prive ditutup pada rekening modal

Tujuan Jurnal Penutup


Adapun Tujuan dan Fungsi Jurnal Penutup disusun diantaranya adalah sebagai berikut:
  • Untuk memisahkan transaksi akun pendapatan dan beban tidak bercampur aduk dengan jumlah nominal dari pendapatan dan beban pada tahun selanjutnya
  • Guna menyajikan neraca awal periode berikutnya stelah dilaksanakan penutupan buku
  • Agar mempermudah jika dilaksanakan pemeriksaan karena telah dilakukan pemisahan transaksi yang terjadi di periode sebelumnya dengan transaksi-transaksi pada periode akuntansi selanjutnya
  • Untuk menyajikan informasi keadaan yang sebenarnya (riil) suatu perusahaan setelah dilakukan penutupan buku (jurnal penutup). laporan keuangan hanya akan memperlihatkan tentang akun yang sesungguhnya (riil) saja. yang terdiri atas harta, kewajiban dan ekuitas

Menutup Akun Nominal


Berikut akun akun nominal yang perlu dibuatkan Jurnal Penutup 

  • Akun Pendapatan 
Menutup seluruh rekening akun pendapatan dengan cara memindahkan rekening pendapatan ke rekening ikhtisar laba-rugi.

contoh jurnal:

Debit | Pendapatan Rp100
Kredit | Ikhtisar Laba Rugi Rp100
(Mendebit akun pendapatan dan mengkredit ikhtisar laba rugi)

=====================================================================
  • Akun Beban 
Menutup Seluruh rekening akun beban dengan memindahkan rekening akun beban ke ikhtisar laba rugi

contoh jurnal:

Debit | Ikhtisar Laba Rugi Rp100
Kredit | Beban Rp100
(Mendebit ikhtisar laba rugi dan mengkredit beban)

======================================================================
  • Ikhtisar Laba Rugi
Menutup akun ikhtisar laba rugi dengan cara memindahkan saldo ikhtisar laba rugi ke akun modal. Disini ada dua kondisi yang bisa terjadi, Bisa Laba (pendapatan lebih besar dari beban) atau terjadi Rugi (pendapatan lebih kecil dari beban)

Apabila memperoleh laba, akun ikhtisar laba rugi didebitkan dan akun modal dikredit

contoh jurnal:

Debit | Ikhtisar Laba Rugi Rp100
Kredit | Modal Rp100


Apabila menderita rugi, akun modal didebit dan ikhtisar laba/rugi dikredit

Contoh jurnal

Debit | Modal Rp100
Kredit | Ikhtisar Laba Rugi Rp100
======================================================================
  • Akun Prive
Menutup Akun Prive (penarikan modal oleh pemilik, biasanya hanya terjadi pada perusahaan skala kecil). 
dengan cara memindahkan akun prive ke rekening akun modal 

contoh jurnal:

Debit | Modal Rp100
Kredit | Prive Rp100

(mendebit modal dan menkredit prive)


Notes:

Jurnal penutup yang disusun tergantung dari bentuk perusahaan, bisa PT, firma ataupun perusahaan perseorangan karena strukture modal dari jenis jenis perusahaan diatas tentu saja berbeda.

Saya kira sampai disini saja mengenai Jurnal Penutup, semoga artikel ini memberikan jawaban serta manfaat bagi pembaca, terima kasih telah membaca Jurnal Penutup


Jumat, 06 Maret 2015

Siapa Auditor Itu ?

Pengertian Auditor - Secara bahasa sederhana, Auditor merupakan tukang periksa laporan keuangan, apakah laporan keuangan tersebut telah wajar, sesuai dengan prinsip prinsip akuntansi yang berlaku.
auditor adalah
Pengertian Auditor
Sebelumnya saya telah menulis mengendai dasar dasar dari Pengertian Audit mungkin bisa membantu menambah pemahaman karena artikel ini juga berkaitan.

Pengertian Auditor 

Siapa itu Auditor? Auditor adalah seseorang yang menyatakan suatu pendapat atas suatu laporan keuangan yang telah disusun oleh manajemen, dalam hal kewajaran pada seluruh hal yang sifatnya material, posisi keuangan serta arus kas yang sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia

Jika dilihat dari sudut profesi akuntan publik, auditor adalah seorang yang melakukan pemeriksaan (examination) secara obyektif terhadap laporan keuangan suatu entitas bisnis atau perusahaan yang bertujuan untuk menentukan apakah laporan keuangan yang telah disusun tersebut menyajikan informasi keuangan secara wajar, dalam segala hal yang bersifat material, posisi keuangan serta hasil usaha entitas bisnis atau perusahaan tersebut.

Auditor bisa dibagi menjadi Dua, Auditor Internal dan Auditor Eksternal, auditor internal adalah auditor yang juga bisa sebagai karyawan dalam perusahaan tempat dia berada, sedangkan auditor eksternal yang biasa dikenal sebagai akuntan publik merupakan auditor independen yang berada diluar lingkungan perusahaan.

Prosedur Auditor  

  1. Tahap Perencanaan, Sebagai suatu perencanaan mutlak harus dilakukan supaya auditor bisa mengenal benar objek yang nantinya akan diperiksa sehingga bisa menghasilkan program audit yang disusun sedemikian rupa supaya dalam pelaksanaannya dapat berjalan secara efektif serta efisien.
  2. Tahap meng-identifikasi-kan resiko dan kendali, Pada tahapan ini berguna untuk memastikan qualified resource telah dimiliki, dalam hal ini aspek sumber daya manusia yang telah berpengalaman dan juga referensi praktek praktek yang terbaik.
  3. Mengevaluasi atas kendali serta mengumpulkan berbagai bukti dengan berbagai cara teknis termasuk diantaranya observasi, survei, interview, serta review dokumentasi.
  4. Mendokumentasikan serta mengumpulkan semua temuan dan mengidentifikasikannya dengan audit.
  5. Menyusun laporan. Tahap ini mencakup tujuan atas pemeriksaan, sifat, serta tingkat kedalaman pemeriksaan yang telah dilakukan.

Spesifikasi seorang auditor didalam sebuah perusahaan :

1. Berada dibawah Dewan Komisaris.

Staf internal audit bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris. Hal lni disebabkan perusahaan memerlukan bentuk pertanggung jawaban yang lebih besar, termasuk seorang direktur utama bisa diteliti oleh seorang internal auditor. Pada kasus ini, bagian pemeriksa internal sebenarnya adalah alat pengendalian terhadap performa manajemen yang dimonitor oleh pihak  komisiaris perusahaan. Hal ini menandakan bahwa internal memiliki kedudukan yang kuat didalam organisasi perusahaan.

2. Berada dibawah Direktur Utama.

Didalam sistem ini seorang auditor internal bertanggung jawab kepada direktur utama. Sistem ini umumnya jarang digunakan mengingat direktur utama yang terlalu sibuk dengan tugasnya yang berat yang kemungkinan tak sempat mempelajari laporan hasil pemeriksaan yang disusun auditor internal.

3. Berada dibawah Kepala Bagian Keuangan.

MDidalam sistem ini kedudukan auditor internal didalam struktur organisasi sebuah perusahaan berada pada posisi dibawah koordinasi dari kepala bagian keuangan. Bagian auditor Internal bertanggung-jawab kepada kepala keuangan perusahaan atau  biasanya disebut sebagai Controller. Namun perlu untuk diketahui bahwa umumnya kepala bagian keuangan juga bertanggung-jawab atas persoalan mengenai keuangan dan akuntansi perusahaan.

Nah itu dia sedikit mengenai Auditor, memang sedikit pembahasannya tapi saya berharap bisa bermanfaat


Jurnal Pembalik | Pengertian dan Contoh Jurnal Pembalik

Jurnal Pembalik | Reversing Entry - dalam siklus akuntansi, setelah dilakukan penutupan buku besar serta membuat neraca saldo setelah penutupan, saat awal tahun pada periode akuntansi selanjutnya, sebelum memulai pencatatan suatu transaksi pada periode akuntansi yang baru / tahun buku baru terkadang perusahaan butuh untuk menyesuaikan lagi rekening akun akun yang sudah dibuat jurnal penyesuaian.

Dan ayat jurnal yang diperlukan untuk melakukan hal tersebut adalah " Jurnal Pembalik ". bisa kita artikan jurnal pembalik adalah ayat jurnal yang disusun saat awal periode akuntansi yang baru untuk membalik akun jurnal penyesuaian tertentu. Tidak seluruh jurnal penyesuaian perlu dibuatkan jurnal pembalik. ayat jurnal ini dibutuhkan agar terhindar dari kesalahan pencatatan ketika awal periode akuntansi yang baru. Jurnal Pembalik ini sifatnya opsional. dilakukan jika dirasa perlu.

jurnal pembalik
jurnal pembalik
Fungsi Jurnal Pembalik

Adapun Fungsi Jurnal Pembalik atau tujuan dibuat jurnal pembalik antara lain untuk:
  • Mempermudah pencatatan transaksi pada awal periode akuntansi yang baru, terutama yang berhubungan dengan ayat jurnal penyesuaian
  • Menyederhanakan penyusunan jurnal pada periode akuntansi berikutnya. jurnal pembalik dapat memberikan manfaat bila perusahaan membuat ayat jurnal yang jumlahnya banyak
  • Meminimalisir kesalahan atau kekeliruan yang mungkin bisa terjadi, seperti menghindari pengakuan biaya atau pendapatan yang double karena penyusunan ayat jurnal penyesuaian. untuk transaksi yang akrual dan transaksi yang deferral tertentu.

Dan sekali lagi perlu untuk diingat, jurnal pembalik bukanlah suatu keharusan, tergantung dari sistem pencatatan akuntansi yang ditetapkan perusahaan dalam pengakuan harta atau beban dan kewajiban atau pendapatan. dan sekali perusahaan menetapkan penggunaan pendekatan pendapatan dan beban, maka perusahaan seharusnya tetap konsisten dalam penerapannya, tidak berubah ubah dan harus dipertahankan.

Dalam menyusun ayat jurnal pembalik berdasarkan dari jurnal penyesuaian, tanda tanda suatu akun jurnal penyesuaian membutuhkan jurnal pembalik adalah apabila suatu akun jurnal penyesuaian mmemunculkan akun riil yang baru atau belum terlihat di neraca saldo. 

Beberapa akun jurnal penyesuaian yang membutuhkan jurnal pembalik:
  1. Beban yang masih harus dibayar
  2. Beban yang dibayar dimuka (jika tercatat sebagai beban)
  3. Pendapatan yang masih akan diterima
  4. Pendapatan yang diterima dimuka (jika tercatat sebagai pendapatan)
  5. Pemakaian atas Perlengkapan (bila tercatat sebagai beban)

    Contoh Jurnal Pembalik
    Beban yang masih harus di bayar

    Jurnal Penyesuaian Jurnal Pembalik
    Debit | Beban Sewa Rp100 Utang Sewa Rp100
    Kredit | Utang Sewa Rp100 Beban Sewa Rp100



    Contoh Jurnal Pembalik
    Beban yang dibayar dimuka

    Jurnal Penyesuaian Jurnal Pembalik
    Debit | Asuransi dibayar dimuka Rp100 beban asuransi Rp100
    Kredit | beban asuransi Rp100 Asuransi dibayar dimuka Rp100



    Contoh Jurnal Pembalik
    Pendapatan yang masih akan diterima

    Jurnal Penyesuaian Jurnal Pembalik
    Debit | piutang bunga Rp100 pendapatan bunga Rp100
    Kredit | pendapatan bunga Rp100 piutang bunga Rp100



    Contoh Jurnal Pembalik
    Pendapatan Diterima dimuka (jika tercatat sebagai pendapatan)

    Jurnal Penyesuaian Jurnal Pembalik
    Debit | pendapatan sewa Rp100 sewa diterima dimuka Rp100
    Kredit | sewa diterima dimuka Rp100 pendapatan sewa Rp100



    Contoh Jurnal Pembalik
    Pemakaian Perlengkapan (bila tercatat sebagai beban)

    Jurnal Penyesuaian Jurnal Pembalik
    Debit | perlengkapan Rp100 beban perlengkapan Rp100
    Kredit | beban perlengkapan Rp100 perlengkapan Rp100



    Demikian sekilas mengenai jurnal pembalik, semoga tulisan ini bermanfaat, mungkin buat tugas anda


    Kamis, 05 Maret 2015

    Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang

    Siklus Akuntansi dalam Perusahaan Dagang


    Siklus akuntansi perusahaan merupakan suatu proses membuat laporan keuangan perusahaan dalam suatu periode tertentu. Biasanya siklus akuntansi berawal dari transaksi hingga pada pembuatan laporan keuangan perusahaan yang kemudian dilanjutkan dengan adanya saldo yang dtutup dengan closing entry (jurnal penutup) atau sampaii pada jurnal pembalik. sebelumnya sudah saya bahas artikel tentang tahapan Siklus Akuntansi

    Pada artikel ini akan kita membahas tentang siklus akuntansi perusahaan dagang. Perusahaan dagang merupakan perusahaan yang kegiatan utama bisnisnya adalah membeli barang dari supplier atau pemasok lalu menjual kemlagi ke konsumen dengan tanpa mengubah wujud barang dagangnya. Misalnya toko kelontong, supermarket, minimarket dan yang lainnya. Jenis usaha tersebut baik toko kelontong sederhana dan minimarket modern membeli stok barang kebutuhan sehari hari dari suplier dan kemudian menjual lagi ke konsumen.

    Pada dasarnya, siklus akuntansi pada perusahaan dagang tidak jauh berbeda dengan siklus akuntansi pada perusahaan jasa. Baik perusahaan dagang ataupun perusahaan jasa, seluruh transaksi yang dilakukan harus dicatat kedalam jurnal lalu kemudian secara periodik dibukukan atau dikelompokkan kedalam rekening akun di buku besar. dan pada akhir periode akuntansi, seluruh saldo dari semua rekening akun dihitung serta dicantumkan kedalam neraca lajur yang digunakan sebagai alat bantu dalam penyusunan laporan keuangan. Jurnal penyesuaian dan jurnal penutup juga dilakukan dalam perusahaan dagang, begitupun dengan pembuatan neraca saldo setelah tutup buku perlu dilaksanakan sebagai tahap terakhir dalam siklus akuntansi.

    Ssiklus Akuntansi


    siklus akuntansi perusahaan dagang
    Siklus akuntansi perusahaan dagang
    Gambar yang terlihat di atas menerangkan siklus akuntansi secara umum, namun siklus akuntansi untuk perusahaan dagang tak jauh berbeda dari siklus akuntansi pada umumnya seperti gambar di atas. Siklus akuntansi diawali dari transaksi yang diidentifikasi, apa saja akun yang terlibat atas transaksi yang terjadi. Misalnya, dalam perusahaan dagang, dalam transaksi penjualan barang dagang, sebagai penjual kita telah menyerahkan barang dagang serte sudah memperoleh uang atas pembayaran dari pembeli. maka transaksi seperti ini bisa kita identifikasikan sebagai transaksi penjualan secara tunai. kemudian kita jurnal transaksi tersebut seperti ini:

    Debit | Kas Rp xxxx
    Kredit | Penjualan Rp xxxx


    Tahap Berikutnya adalah memposting ke buku besar, yaitu suatu proses pemindahan rekening akun yang telah kita jurnal ke masing masing buku besar.

    Lalu tahap selanjutnya menyusun neraca saldo yang berisikan daftar akun akun yang dipergunakan beserta nilai nominal saldonya, yang berfungsi untuk membuktikan bahwa sisi debit dan sisi kredit sudah seimbang (balance). 

    Jurnal penyesuaian dikerjakan jika ditemukan adanya kesalahan dalam pencatatan / penjurnalan dan posting atau dimaksudkan untuk memastikan pendapatan dan beban benar benar sudah dicatat dalam periode yang benar.

    Tahap selanjutnya adalah gabungan dari neraca saldo serta jurnal penyesuaian yang secara umum disebut neraca saldo setelah penyesuaian (adjusted trial balance).

    Setelah adjusted trial balance tersusun, tahap berikutnya adalah menyiapkan laporan keuangan.

    Laporan keuangan perusahaan adalah hasil akhir dari suatu proses akuntansi yang merupakan suatu ringkasan catatan atas transaksi keuangan. Penyajian laporan keuangan dimaksudkan untuk memberi informasi tentang posisi harta, utang, serta modal perusahaan. Biasanya laporan keuangan perusahaan meliputi:
    • Laporan Laba atau Rugi 
    • Laporan Perubahan Ekuitas 
    • Neraca. 
    Dalam tahapan ini, semua akun yang ada didalam neraca saldo setelah penyesuaian dipindahkan kedalam laporan keuangan menyesuaikan dengan jenis laporan keuangannya.

    Semisal untuk neraca, semua akun yang berkaitan dengan neraca ialah akun kelompok harta, kewajiban (utang) dan ekuitas (modal).

    Sedangkan pada laporan laba rugi berisikan rekening akun pendapatan dan beban.

    Tahapan selanjutnya adalah menyusun jurnal penutup atas akun yang terdapat pada laporan laba/rugi, yaitu akun pendapatan dan beban.

    Berlanjut ke tahapan berikutnya yaitu neraca saldo setelah penutupan, tak berbeda seperti dalam tahapan neraca saldo setelah penyesuaian sebelumnya yaitu dengan menggabungkan neraca saldo dengan jurnal penutup. Dalam tahap ini akan terlihat dalam laporan laba atau rugi bersaldo 0 (nol).

    Kemudian jurnal pembalik, tahap ini bersifat optional saja dan tidak harus dilakukan. jurnal pembalik hanya diperuntukan untuk transaksi tertentu saja. Semisal untuk transaksi pendapatan yang diterima dimuka, ketika penjurnalan langsung dicatat/dijurnal sebagai pendapatan ataupun biaya yang dibayar dimuka diakui sebagai biaya maka seperti ini perlu untuk dibuat jurnal pembalik.

    CukuP demikian penjelasan singkat tentang siklus akuntansi untuk perusahaan dagang, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda.


    Rabu, 04 Maret 2015

    9 Langkah Mudah dalam Siklus Akuntansi

    Siklus Akuntansi


    Siklus Akuntansi - Didalam Pengertian Akuntansi yang seringkali diartikan sebagai suatu seni dalam melakukan pencatatan, pengelompokkan, serta pelaporan atas transaksi keuangan. Rangkaian rangkaian tahap demi setahap itulah yang dinamakan dengan SIKLUS AKUNTANSI atau biasa juga diistilahkan "pembukuan" atau bookeeping

    Apakah akuntansi sama dengan pembukuan/bookkeeping ? Keduanya jelaslah berbeda. Pembukuan selesai dilakukan hanya sampai pada siklus saja, dan sementara akuntansi jauh lebih luas lagi dari sekedar pembukuan, termasuk pemeriksaan (auditing), penyusunan sistem informasi akuntansi, Akuntansi Manajemen, hingga pada aspek perpajakan. bisa dikata pembukuan adalah satu bagian dari akuntansi.

    Pada artikel kali ini akan dibahas langkah langkah apa saja yang ditempuh dalam 1 siklus akuntansi

    siklus akuntansi
    Siklus Akunsi

    9 langkah ini harus dilalui didalam satu Siklus Akuntansi


    Langkah 1

    Mengumpulkan serta Menganalisis Data Transaksi


    Siklus akuntansi awalnya dimulai dari proses pengumpulan data-data transaksi keuangan yang berbentuk bukti transaksi, umumnya kebanyakan orang awam menyebut dengan istilah ‘nota’ walaupun sebenarnya bukti transaksi tak selalu berbentuk nota, bisa juga dalam bentuk yang lainnya semisal kuitansi, surat perjanjian, akte, surat pengakuan piutang atau utang dan yang lainnya

    Berdasarkan bukti transaksi inilah data transaksi keuangan bisa diidentifikasi. Setelah terkumpulnya bukti transaksi, kemudian dianalisis apakah transaksi yang terjadi tersebut sah atau sesuai untuk diakui atau tidak diakui dan berapa jumlah yang harus diakui.

    Contohnya: Pada hari ini PT. Krasak membeli peralatan kantor, dari pembelian peralatan tersebut PT Krasak memperoleh bukti transaksi yaitu berupa nota. Selain itu hari ini juga membayar upah tenaga kerja (buruh) dan atas transaksi pembayaran upah itu, para buruh menandatangani kuitansi, dan seterusnya

    Seluruh bukti transaksi itu tadi oleh pegawai akuntan dikumpulkan kemudian dinilai apakah bukti transaksi yang terjadi tersebut sah atau tidak serta menentukan besaran nilai transaksi yang harusnya di akui.


    Langkah 2

    Mencatat Transaksi | Menjurnal


    Setelah tahap pengumpulan bukti transaksi selesai dan dinilai, langkah berikutnya adalah mencatat atau menjurnal nilai transaksi yang ada pada bukti transaksi dimasukkan ke buku catatan transaksi. Proses ini seringkali disebut dengan kegiatan menjurnal oleh para akuntan.

    Proses menjurnal ini bisa jadi dilakukan tiap kali ada transaksi atau direkap saat sore atau malam hari. Catatan atas transaksi dalam langkah ini dinamakan Jurnal Umum (General Journal). Buku yang menampung catatan atas transaksi ini acapkali disebut buku jurnal umum.


    Langkah 3

    Memindahkan Catatan atas Transaksi ke Buku Besar


    Pada langkah yang sebelumnya. dalam jurnal umum, catatan atas transaksi masih dalam kondisi yang tercampur, berbagai jenis transaksi ditampung kedalam satu catatan. Pada langkah ke-3 ini, catatan atas transaksi tersebut kemudian dipindah ke dalam kelompok akun menyesuaikan dengan jenis transaksi.

    Contohnya: Jenis transaksi penjualan dipindah ke akun penjualan, transaksi pembelian raw material (bahan baku) dimasukkan pada akun persediaan dan utang, transaski pembelian aset dikelompokkan kedalam akun aset tetap, dan seterusnya.

    Kelompok kelompok akun (account) ini disebut dengan Buku Besar atau General Ledger. Pada akun buku besar, satu jenis transaksi dikumpulkan menjadi satu kelompok, semisal akun buku besar penjualan terdiri atas semua transaksi penjualan saja, akun kas terdiri atas transaksi yang hanya berupa kas saja, akun aset tetap terdiri transaksi yang melibatkan aktiva tetap saja.

    dan pada akhir proses ini, kumpulan dari nilai transaksi nantinya akan membentuk nilai akhir yang biasa disebut dengan “saldo akhir”. Saldo akhir ini bisa berupa saldo debet atau saldo kredit, menyesuaikan dengan jenis akunnya
    • Akun kelompok aktiva bersaldo debit.
    • Akun kelompok kewajiban bersaldo kredit
    • Akun kelompok ekuitas bersaldo kredit
    • Akun pendapatan bersaldo kredit
    • Akun beban bersaldo debit

    Notes:

    Didalam akuntansi secara manual proses pemindahan ke buku besar (mungkin) dilakukan tiap ketika menjelang penutupan buku, sehingga saldo akhir buku besar juga baru dapat dilihat. Sedangkan didalam pencatatan akuntansi yang sudah terkomputerisasi proses pemindahannya terjadi tiap kali transaksi dimasukan ke dalam software akuntansi dan saldo akhir bisa secara langsung dilihat sesaat setelah posting dilaksanakan.
    Dan mungkin tulisan ini bisa membantu memudahkan pemahaman: Persamaan Dasar Akuntansi


    Langkah 4

    Membuat Neraca Percobaan | Trial Balance


    Menyusun neraca percobaan umumnya dilakukan tiap menjelang penutupan buku. Apa yang dimaksud neraca percobaan? Dan bagaimana cara membuat neraca percobaan?

    Dijaman sekarang, seluruh perusahaan telah menggunakan sistem double entry yang syaratnya kondisi yang balance (seimbang). setiap ada penambahan pada suatu akun akan selalu disertai pengurangan oleh akun yang lainnya, pun sebaliknya. sebagai implementasii, tiap transaksi dicatat pada dua atau lebih jenis akun sekaligus

    Contohnya PT krasak membeli peralatan kantor seharga Rp 1.000.000. dari transaksi tersebut dicatat menggunakan sistem double entry, dan jurnalnya jadi seperti ini:

    Debit | Aset - Peralatan Kantor Rp1.000.000
    Kredit |
    Kas
    Rp1.000.000

    Notes:

    Atas transaksi pembelian tersebut, membuat nilai aset peralatan kantor bertambah senilai Rp 1.000.000, dan di sisi yang lain akun kas berkurang dengan nominal yang sama, sehingga terjadi kondisi yang seimbang (balance). Jadi, setelah seluruh transaksi terkumpul serta terakumulasi dalam buku besar, penggunaan sistem double entry membuat nilai atau nominal jenis akun yang bersaldi di debit akan slalu sama dengan jenis akun yang bersaldo kredit

    Proses dalam pembuatan neraca percobaan dalam langkah ini dimaksudkan guna melaksanakan percobaan, memastikan nilai jenis akun yang bersaldo debit sama dengan akun yang bersaldi di kredit (seimbang). konkretnya, saldo saldo pada akhir akun bersaldi di debit dijumlahkan dan saldo akun yang negatif juga dijumlahkan kemudian diperbandingkan, apabila jumlahnya sama berarti seimbang atau balance (sudah benar)

    Lalu bagaimana bila jumlahnya tidak sama ? yang harus dilakukan adalah "Disilidiki", cari tahu mengapa jumlahnya tidak sama. Yang jelas, jika tidak sama pastilah ada ketidaksesuaian dalam pencatatan (penjurnalan).


    Langkah 5

    Menyusun (Jurnal) Penyesuaian


    Ada beberapa kemungkinan penyebab atas terjadinya suatu ketidaksesuaian yang membuat jumlah nilai akun yang bersaldo debit dengan akun yang bersaldo kredit menjadi tidak seimbang (tidak sama)
    • Adanya sejumlah transaksi yang masih belum atau tidak dicatat
    • Adanya kesalahan perhitungan, transaksi dicatat dengan nilai yang terlalu besar atau tercatat terlalu kecil
    • Ada transaksi yang tidak dapat diakui sekaligus sebagai akibat dari penerapan sistem akrual. semisal: Atas pembelian aset tetap tidak dapat dibebankan sebagai biaya sekaligus, namun dialokasikan pembebanannya secara bertahap melalui penyusutan aset tetap. Atas pendapatan yang diterima dimuka tidak dapat diakui sekaligus saat diterima, namun harus dialokasikan secara bertahap pada periode berikutnya. Atas beban sewa, beban bunga, pendapatan bunga, pendapatan sewa, dan yang lainnya.

    Untuk seluruh penyebab tersebut, perlu disusun jurnal penyesuaian supaya kesimbangan bisa tercapai untuk jurnal penyesuaian sudah saya tulis sebelumnya, silahkan anda bisa baca di Jurnal Penyesuaian. Setelah jurnal penyesuaian disusun, proses kemudian dilanjutkan ke langkah selanjutnya.


    Langkah 6

    Menyusun Neraca Percobaan Setelah Penyesuaian | Adjusted Trial Balance


    Langkah ke-4 diulangi sekali lagi. Apabila masih saja belum seimbang, maka langkah ke-5 juga harus dulangi. Ke-2 langkah ini akan terus diulang hingga kondisi menjadi balance (seimbang) tercapai.


    Langkah 7

    Menyusun Laporan Keuangan | Financial Statements


    Setelah kesimbangan tadi tercapai, maka Laporan Keuangan (Financial Statement) sudah bisa disusun. Laporan keuangan merupakan salah satu produk yang paling utama dari proses akuntansi, laporan keuangan terdiri atas 4 jenis laporan antara lain:
    • Income Statemen / Profit or Loss Statement (Laporan Laba Rugi)
    • Balance Sheet (Neraca)
    • Cash Flow Statement (Laporan Arus Kas)
    • Equity Statement (Laporan Perubahan Ekuitas) 


    Langkah 8

    Melakukan Penutupan Buku (Closing The Book)


    Pendapatan dan beban terakumulasi serta dilaporkan untuk periode tertentu (biasanya bulanan, kuarta atau tahunan. kalau bank sepertinya mungkin melaksanakannya setiap hari). supaya ke-2 jenis akun ini tidak tercampur dengan periode selanjutnya, maka diperlukan penutupan akun sehingga saldo menjadi nol pada tiap akhir periode.

    Selisih antara beban dengan pendapatan akan menghasilkan jumlah nilai tertentu. Nah, Nilai itulah yang kita sebut sebagai Laba atau Rugi. Laba terjadi apabila pendapatan yang diperoleh lebih besar dibandingkan beban yang dikeluarkan, sedangkan rugi sebaliknya

    Penutupan dilakukan dengan cara memasukan jurnal pembalik. pendapatan yang umumnya dijurnal pada sisi kredit, pada proses ikali ni ditempatkan pada sisi debit, dan beban yang biasanya ada pada sisi debit, pada proses kali ini ditempatkan pada sisi kredit, sehingga akun pendapatan dan beban akan menjadi 0 (nol)

    Nilai selisih (laba atau rugi) dipindah ke neraca, yaitu akun Laba Peride Sekarang (Current Earning) yang nantinya akan menambah akun Retained Earning (Laba Ditahan).

    Notes: Khusus jurnal pembalik yang untuk menutup pendapatan dan beban juga disebut sebagai jurnal penutup (closing jurnal).

    Setelah langkah langkah ini dilakukan, maka akun pendapatan dan beban akan bernilai 0 (nol). Akun yang masih mempunyai nilai saldo hanya akun yang masuk didalam golongan neraca saja (aktiva dan pasiva). Nilai saldo akun kelompok neraca terus dijumlah/diakumulasi dan dilanjutkan pada period berikutnya.
    Untuk pemahaman yang lebih lengkap silahkan baca: Jurnal Penutup


    Langkah 9

    Membuat Penyesuaian Kembali Pasca Penutupan


    Langkah ke 9 atau yang terakhir dalam siklus akuntansi ini dilaksanakan untuk dua tujuan, yaitu :
    • Guna memastikan seluruh kelompok akun pendapatan dan beban telah ditutup 
    • Memastikan seluruh saldo dalam akun kelompok neraca telah dalam kondisi yang seimbang (balance) dan siap menjadi saldo awal pada pembukaan buku di periode selanjutnya.
    Baca juga: Jurnal Pembalik

    Itulah 9 langkah yang harus dilewati dalam suatu proses akuntansi, yang seringkali disebut dengan pembukuan (bookkeeping). Rangkaian langkah langkah tersebut merupakan satu siklus akuntansi (accounting cycle) dan terus akan berulang pada periode peride selanjutnya sepanjang perusahaan masih tetap beroperasi.

    Kelihatannya tidak terlalu sulit? Pada kenyataannya sebenarnya tidak segampang itu. bisa makin rumit permasalahannya ketika menangani transaksi dalam bidang usaha yang berbeda-beda, pertambangan dan manufakture, retail ataupun perusahaan jasa masing masing mempunyai permasalahan tersendiri dan standar perlakuan yang juga berbeda

    Anda memiliki pertanyaan ataupun sebuah koreksi? silahkan tinggalkan komentar di kolom dibawah ini. Saya berharap tulisan ini bisa memberi gambaran sederhana secara jelas mengenai Siklus Akuntansi


    Mau Jadi Konsultan Pajak? Baca Ini

    Konsultan Pajak


    Konsultan Pajak belakangan ini menjadi salah satu jenis pekerjaan yang banyak dibutuhkan oleh banyak masyarakat berbagai kalangan. konsultan pajak menjadi salah satu jenis profesi akuntansi

    Dulu, sebelum Peraturan Menteri Keuangan no 02 tahun 2014 keluar, syarat untuk menjadi seorang konsultan pajak relatif lebih mudah, namun setelah PMK itu terbit 2014 lalu bisa dibilang syarat syaratnya menjadi makin sulit dibanding sebelumnya (mungkin). pengawasan pada konsultan pajak juga akan lebih ketat, hal ini dilakukan Dirjen Pajak agar kualitas layanan yang diberikan kepada wajib pajak mendapatkan pelayanan yang terbaik.

    Konsultan Pajak
    Konsultan Pajak
    Seorang konsultan pajak tidak hanya harus mengatahui tentang Akuntansi Perpajakan saja. Kita harus memahami aturan main yang baru ini supaya bisa menjadi konsultan pajak yang memiliki integritas yang tinggi dan profesional

    Apa Itu Konsultan Pajak ?


    Konsultan Pajak adalah pihakyang memberikan layanan konsultasi perpajakan kepada WP (wajib pajak) dalam rangka menjalankan hak serta memenuhi kewajiban pajaknya yang sesuai dengan peraturan perpajakan.

    Siapa yang bisa menjadi seorang Konsultan Pajak ?

    Orang yang bisa menjadi seorang Konsultan Pajak adalah tiap orang perseorangan yang bisa memenuhi syarat syarat yang ditetapkan sebagai berikut:
    • WNI (Warga Negara Indonesia)
    • Bertempat tingal di Indonesia
    • Tidak terikat dengan jabatan atau di Negara atau Pemerintah dan atau BUMN ataupun BUMD
    • Memiliki kelakuan baik yang bisa dibuktikan melalui surat keterangan dari pihak yang berwenang
    • Mempunyai NPWP
    • Menjadi anggota Asosiasi Konsultan Pajak yang telah terdaftar di Dirjen Pajak
    • Mempunyai Sertifikat Konsultan Pajak

    Seseorang yang pernah mengabdi sebagai pegawai di Dirjen Pajak dan mengundurkan diri sebagai PNS (Pegawai Negeri Sipil) sebelum tiba batas usia pensiunnya, dan memenuhi syarat seperti dibawah ini:
    • WNI (Warga Negara Indonesia)
    • Bertempat tingal di Indonesia
    • Tidak terikat dengan jabatan atau di Negara atau Pemerintah dan atau BUMN ataupun BUMD
    • Memiliki kelakuan baik yang bisa dibuktikan melalui surat keterangan dari pihak yang berwenang
    • Mempunyai NPWP
    • Menjadi anggota Asosiasi Konsultan Pajak yang telah terdaftar di Dirjen Pajak
    • Mempunyai Sertifikat Konsultan Pajak
    • Diberhentikan secara hormat sebagai PNS (Pegawai Negeri Sipil) atas permintaan orang itu sendiri
    • sudah melewatkan jangka waktu dua tahun terhitung sijak tanggal pemberhentian sebagai PNS

    Seorang pensiunan pegawai Dirjen Pajak,  yang bisa memenuhi syarat syarat berikut ini
    • WNI (Warga Negara Indonesia)
    • Bertempat tingal di Indonesia
    • Tidak terikat dengan jabatan atau di Negara atau Pemerintah dan atau BUMN ataupun BUMD
    • Memiliki kelakuan baik yang bisa dibuktikan melalui surat keterangan dari pihak yang berwenang
    • Mempunyai NPWP
    • Menjadi anggota Asosiasi Konsultan Pajak yang telah terdaftar di Dirjen Pajak
    • Mempunyai Sertifikat Konsultan Pajak
    • Masa bakti di kantor Dirjen Pajak diakhiri dengan mendapatkan hak pensiun sebagai PNS
    • Mengabdi pada Dirjen Pajak sekurang kurangnya selama dua puluh tahun dan selama pengabdian di Dirjen Pajak tidak pernah dihukum karena kedisiplinan tingkat berat berdasar pada peraturan dibidang kepegawaian
    • Sudah melewatkan jangka waktu dua tahun terhitung sijak tanggal keputusan pensiun

    Apakah yang dimaksud Sertifikat Konsultan Pajak ?

    Sertifikat Konsultan Pajak merupakan surat keterangan atas tingkat keahlian sebagai Konsultan Pajak.

    USKP (Ujian Sertifikasi Konsultan Pajak)


    Apa itu USKP (Ujian Sertifikasi Konsultan Pajak) ?

    Ujian Ssertifikasi Konsultan Pajak adalah salah satu aktivitas yang dilakukan untuk mendapatkan Sertifikat Konsultan Pajak. Ujian Sertifikasi Konsultan Pajak ini diikuti dengan cara berjenjang dimulai dari Ujian tingkat A ke tingkat B dan ke tingkat C

    Siapa yang bisa mengikuti Ujian Sertifikasi Konsultan Pajak ?

    Orang perseorangan yang mendaftar kepada Panitia Penyelenggara Sertifikasi Konsultan Pajak dengan beberapa syarat seperti dibawah ini

    Untukbisa mengikuti USKP tingkat A, seseorang harus mempunyai ijazah minimal Diploma III program studi (prodi) akuntansi ataupun program studi (prodi) perpajakan, atau ijazah S1 (Strata 1) atau Diploma IV yang berasal dari universitas yang terakreditasi maupun perguruan tinggi kedinasan

    Untuk bisa mengikuti USKP tingkat B, seseorang harus:
    • Mempunyai atau lulus Sertifikat Konsultan Pajak tingkat A
    • Mempunyai ijazah minimal S1 atau Diploma IV dari universitas yang terakreditasi ataupun sekolah tinggi kedinasan.
    untuk mengikuti ujian Sertifikasi Konsultan Pajak tingkat C,seseorang harus:
    • Mempunyai atau lulus Sertifikat Konsultan Pajak tingkat B
    • Mempunyai ijazah minimal S1 atau Diploma IV dari universitas yang terakreditasi ataupun sekolah tinggi kedinasan.

    Siapakah yang mengadakan Ujian Sertifikasi Konsultan Pajak ?
    Panitia Penyelenggara USKP (Sertifikasi Konsultan Pajak)
    Apa saja materi yang diuji dalam Ujian Sertifikasi Konsultan Pajak ?
    Materi serta soal Ujian Ssertifikasi Konsultan Pajak ditentukan oleh Panitia Penyelengaran Sertifikasi Konsultan Pajak

    Ada pertanyaan ataupun koreksi? silahkan tinggalkan komentar, Sementara sekian dulu shareing mengenai syarat syarat menjadi konsultan pajak


    Minggu, 01 Maret 2015

    Seperti Ini PENGERTIAN KAS dalam Akuntansi

    Pengertian Kas - Istilah kas atau yang juga sering ditulis cash sudah seringkali kita dengar, familiar ditelinga yang memiliki arti tunai atau dibayar secara langsung menggunakan uang. Lawan kata kas (cash) adalah kredit (dibayarkan kemudian, ntah itu dicicil atau dibayar sekaligus).

    pengertian kas
    KAS
    Di dalam pengertian akuntansi, Kas atau cash merupakan sebuah sebutan untuk account (rekening) yang sifatnya paling lancar dalam kelompok asset (aktiva)

    Didalam penerapan bookkeepping (pembukuan), kas dipecah/dibagi lagi menjadi beberapa rekening (account), dengan beberapa variasi

    Ada yang membagi :

    Petty Cash (Kas Kecil) dan General Cash (Kas Umum)
    Petty Cash (Kas Keci) ldan Checking Account (Kas Bank)

    Juga ada pula yang membagi

    Petty Cash (Kas Kecil), Cash Bank A, Bank B

    Pemecahan akun kas ini dimaksudkan agar mempermudah pengawasan dan proses pemeriksaan, sehubungan dengan pen-distribusi-an kas itu sendiri. Umumnya, pemecahan rekening akun kas ini terjadi hingga pada tingkatan general ledger (buku besar) saja, dan sedangkan pada Neraca umumnya dijadikan satu kelompok saja yaitu akun Kas (Cash). Ini dilakukan supaya laporannya menjadi lebih sederhana serta mudah dipahami bagi pengguna laporan

    Lalu, bagaimana hubungan antara Kas/Cash (account) dengan "kas" (Cash : tunai)?

    Tentu saja sangat berhubungan

    Cash payment merupakan pembayaran yang berasal dari kas (Cash Account), yang berarti atas sebuah transaksi pembayaran yang menggunakan/berbasis Cash Payment akan mempengaruhi Cash Account (rekening kas)

    Pengertian Kas menurut Ahli 


    Pengertian kas adalah modal kerja yang sifatnya sangat likuid (lancar). Semakin besar jumlah nominal kas yang terdapat pada suatu perusahaan artinya makin tinggi tingkat likuiditasnya. Dalam akuntansi, kas diklasifikasikan kedalam Aktiva Lancar

    Ikan Akuntansi Indonesia (IAI) mengungkapkan pengertian kas sebagai berikut:
    “Kas terdiri atas saldo kas (Cash On Hand), rekening giro, atau setara kas (Cash Equivalent) adalah sebuah investasi yang bersifat sangat likuid, berjangka pendek dan bisa dengan cepat dijadikan kas dalam jumlah tertentu tanpa menghadapi resiko atas perubahan nilai yang signifikan”.
    Ini menandakan bahwa perusahaan memiliki resiko yang relatif lebih kecil untuk tidak bisa memenuhi kewajiban (hutang) finansialnya. Namun hal ini tidak berarti sebuah perusahaan harus terus berusaha mempertahankan persediaan kas dengan jumlah yang sangat besar, karena makin besar rekening kas itu artinya makin besar dana yang menganggur (tidak digunakan) dan nantinya akan memperkecil laba perusahaan yang akan didapat.

    Pun sebaliknya apabila perusahaan hanya mengejar aktivitas mencari laba/keuntungan saja tanpa memperhitungkan faktor yang lainnya maka seluruh kas yang dimiliki akan dalam keadaan bekerja (digunakan). Apabila ini terjadi, artinya perusahaan akan mengalami posisi illikuid (tidak lancar) jika sewaktu waktu ada penagihan kewajiban (hutang) yang jatuh tempo dan perusahaan tidak sanggup untuk membayar dikarenakan tidak memiliki persediaan kas baik di bank ataupun di brankas perusahaan.



    Copyright © 2015 LZRDY 0721
    | Distributed By Gooyaabi Templates